Dipecundangi Jokowi, Prabowo Bilang 'Survei Tergantung yang Bayar'
Budi Prasetyo
Blitar
RILISID, Blitar — Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengaku tidak ambil pusing mengenai hasil survei sebagai calon presiden yang selalu kalah dengan Joko Widodo. Ia dengan timnya mempunyai survei sendiri, sehingga hasilnya juga bisa lebih meyakinkan.
"Hasil survei itu tergantung siapa yang bayar. Kami punya survei sendiri dan bagus," katanya di Blitar, Jawa Timur, Jumat (4/5/2018).
Ia berencana dalam waktu dekat akan koordinasi dengan PKS, untuk membahas masalah pemilihan termasuk Pemilihan Presiden 2019. Direncanakan, dirinya akan naik kuda dengan Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman.
"Hubungan dengan PKS baik, jadi mungkin nanti, sebentar lagi saya akan naik kuda dengan Pak Sohibul," ujar Prabowo.
Sebelumnya, Hasil survei lembaga kajian Indikator Politik Indonesia menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo melampaui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, jika Pilpres 2019 hanya diikuti dua nama tersebut.
"Jika Pilpres hanya diikuti dua nama, head to head antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, maka 60,6 persen responden memilih Pak Jokowi, sementara 29 persen memilih Pak Prabowo, sedangkan yang tidak menjawab 10,4 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Kamis (3/5/2018).
Burhanuddin mengatakan, survei yang dilakukan sepanjang periode 25-31 Maret 2018 di seluruh Indonesia ini dilakukan melalui random sampling dan melibatkan 1.200 responden pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error plus minus 2,9 persen.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
