Begini Jawaban Paslon Mengenai Ketersediaan Air Bersih
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pada segmen kedua debat publik cagub-cawagub Lampung, moderator Budisantoso Budiman menanyakan kepada cawagub nomor 4 Ahmad Jajuli mengenai permasalahan air bersih di Lampung.
Jajuli menjawab, ketersediaan air bersih merupakan infrastruktur dasar sehingga harus menjadi perhatian serius.
Untuk itu yang harus dilakukan membangun infrastruktur jaringan ketersediaan air bersih mulai hulu hingga hilir.
“Lampung memiliki sumber mata air yang baik, ini harus dipertahankan, tinggal bagimana membangun infrastruktur jaringan air bersih itu,” ujar Jajuli.
Kemudian lanjut Jajuli, pola hidup masyarakat juga harus memperhatikan alam. Jangan menebang pohon dan membata hutan sembarangan.
Selanjutnya, penataan tata ruang dan wilayah yang tepat, sehingga tidak merusak cadangan air.
Cagub nomor 1, Ridho Ficardo menanggapi, pernah berkoordinasi Direktur Jendral Sumber Daya Air mengenai ketersediaan air bersih di Lampung.
“Kami telah memulai dari kecamatan, sekitar 8 kecamatan kabupaten/kota yang membangun 500 ratus sumur bor pada tahun 2017. Dan 100 lebih pembangunan sumur bor di desa desa tahun 2018,” ujarnya.
Menanggapinya lagi, Jajuli menyatakan tidak bisa bicara satu kota ke kota lain. Karena ada 9 daerah yang harus diperhatikan kebutuhan air bersih, sehingga tetap harus dilakukan dengan memaanfkan hutan.“Dan harus tepat tata ruang dan wilayahnya,” jawab Jajuli.
Cagub nomor 2, Herman HN menyatakan, pohon sebagai resapan cadangan mata air, sehingga jangan hulu ke hilir saja ditanami. Tetapi semua lahan yang memungkinkan harus ditanami pohon.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
