Tujuh Hari Pencarian Balita Hanyut Nihil, Operasi SAR Gabungan Ditutup
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Setelah 7 (tujuh) hari dilakukan operasi pencarian balita hanyut oleh Tim SAR gabungan resmi dinyatakan tutup. Hal itu karena selama proses pencarian tidak terdapat tanda-tanda keberadaan korban.
Hal itu disampaikan Kasie Operasi, Didit Permana mewakili Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah selaku SAR Mission Commander menyatakan perihal penutupan operasi SAR tersebut.
"Hasil dari musyawarah dengan keluarga korban dan unsur terkait bahwa upaya pencarian telah diupayakan maksimal selama 7 hari. Dan sesuai prosedur pelaksanaan Operasi SAR maka kegiatan ini dinyatakan ditutup pada hari ke 7 Pukul 14.30 WIB," ujar Didit.
Ia juga menguraikan upaya yang dilakukan tim selama 7 hari pencarian tersebut. Tim gabungan yang terlibat dalam operasi itu, kata dia adalah Rescue Basarnas Lampung, BPBD dan Damkar Kota Bandarlampung, Koramil Labuan Ratu, Polsek Kedaton.
Kemudian, PMI Kota, Forum Relawan Rescue Lampung, Limas Rajabasa, IEA, Senkom Mitra Polri, PonPes Annas Bin Malik, Relawan Rumah Zakat dan masyarakat setempat.
"Pada hari ke 7 pencarian, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan membagi tim menjadi 2 SRU sesuai rencana operasi," jelasnya.
Balita Hanyut
Bandar Lampung
Basarnas
Tim SAR
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
