BEM Unila Mati Suri, Mantan-mantan Ketua Kirim Ucapan Duka Cita
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sedikitnya sepuluh papan bunga berjejer di Bundaran Tugu Adipura Bandarlampung, Senin (11/4/2022).
Papan bunga bertuliskan, 'Turut berduka cita atas wafatnya kebebasan berorganisasi di Universitas Lampung'.
Pada papan bunga tersebut merupakan kiriman dari mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila mulai tahun 1999 hingga tahun 2019. Seperti Mizwar Affandi (1999-2000) hingga ketua BEM periode 2019, Fajar Agung Pangestu.
Diketahui, sebelumnya papan bunga tersebut dipasang di pintu masuk Unila tepatnya di dekat taman Underpass, namun hal tersebut ditertibkan oleh pihak Kampus.
Mizwar Affandi mengatakan, Unila memiliki presiden mahasiswa dan wakil presiden Unila. Tapi tidak diakui karena dianggap tidak sesuai aturan rektor.
"Ada aturan yang lebih tinggi yakni Permendikbud tahun 1998 tentang organisasi kemahasiswaan. Pada pasal 6 itu mengatakan menteri tidak mengatur, silakan pimpinan perguruan tinggi membuat kesepakatan dengan mahasiswa," kata dia.
Hal ini terjadi karena ketidakmampuan rektor dan wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni berkomunikasi dalam membangun kesepakatan dengan mahasiswa.
"Jalan saja terus, karena mereka telah terpilih secara demokratis, sesuai mekanisme melalui pemilihan raya. mahasiswa itu dari mahasiswa untuk masyarakat," katanya.
Sementara itu, Presiden BEM Unila terpilih tahun 2022, Amiza Rezika, menyatakan saat ini BEM Unila masih vakum karena legalitasnya tidak ada.
"Saya terpilih dalam Pemira pada 10 Desember 2021. SK-nya nggak turun karena pihak rektorat belum mau mengakui hasil pemilihan tersebut," kata dia.
BEM
Unila
Mati Suri
Mahasiswa bergerak
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
