Diisukan Terseret Penipuan Revitalisasi Sekolah, Sekda Lambar Buka Suara
Arya Besari
Lampung Barat
Nukman mengungkapkan, persoalan tersebut bermula dari rencana pengusulan program revitalisasi sekolah ke kementerian terkait. Namun, ia mengaku tidak mengenal secara personal seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut.
“Harapan kita waktu itu mengusulkan satu program revitalisasi ke kementerian. Tapi kita tidak tahu satu per satu orangnya,” tambahnya.
Ia menuturkan, dirinya diterima langsung di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) oleh staf tenaga ahli menteri. Ia menegaskan tidak pernah menerima janji apa pun terkait program tersebut.
“Saya diterima di ruang staf tenaga ahli menteri. Bukan saya dijanjikan di mana-mana. Tapi memang ada komunikasi yang tidak pas, karena saat itu saya tidak terlalu ikut campur,” ujarnya.
Menurut Nukman, usulan program revitalisasi tersebut dijadwalkan masuk pada Desember untuk perencanaan tahun anggaran 2026. Dalam prosesnya, dibutuhkan kelengkapan administrasi seperti data sekolah, tingkat kerusakan, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) melalui tim konsultan.
Namun, dalam perjalanannya, pihak yang berada di pusat dan mengaku mengurus proses tersebut tidak lagi dapat dihubungi.
"Sampai hari ini komunikasinya tidak bisa disambungkan lagi. Itu yang saya sampaikan, karena saya tidak tahu satu per satu kalau ternyata akan berbohong,” katanya.
Ia juga membantah kabar yang menyebut dirinya membawa kepala sekolah ke ruang kerjanya atau memiliki kedekatan khusus dengan pelaku penipuan.
"Bukan seperti yang beredar bahwa saya membawa kepala sekolah ke ruangan saya dan mengenal dekat orang tersebut,” ujar Nukman.
Terkait foto yang beredar di media sosial bersama seseorang berinisial JEK, Nukman membenarkan pernah bertemu, namun dalam konteks resmi di lingkungan kementerian.
Sekda Lambar
Nukman
Penipuan Revitalisasi Sekolah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
