Muli Mekhanai 2025 Sukses Digelar, Lampung Siap Cetak Duta Wisata Berkualitas
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Zita menyebut infrastruktur Lampung yang semakin baik di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal seperti bandara, jalan raya, pelabuhan dan sistem transportasi yang semakin terintegrasi sebagai modal kuat untuk pengembangan sektor pariwisata.
Zita mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk lebih aktif mempromosikan pariwisata Lampung secara digital melalui media sosil dan platform sejenisnya dengan cara yang kekinian.
Menurutnya, promosi digital adalah jalan cepat dan efektif untuk membawa Lampung ke radar nasional dan bahkan internasional.
“Caranya sesederhana nge-vlog, bikin sesuatu jadi viral, kita promosiin, intinya kita promosikan pariwisata dan juga budaya Lampung kita," tegasnya.
Zita juga menyampaikan arahan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahwa masa depan Indonesia harus dibangun dengan kekuatan lokal, termasuk melalui sektor pariwisata.
“Kita gak bisa terus bergantung pada sumber daya alam. Kita harus andalkan senyuman, budaya, keramahan, dan keindahan alam kita,” ujarnya.
Kepada para finalis Muli Mekhanai, Zita berpesan untuk tidak sekadar tampil cantik atau gagah, melainkan wajah budaya, sekaligus semangat masa depan Provinsi Lampung.
“Jangan berhenti malam ini. Terus bersuara, terus berkontribusi dan terus promosikan kampung halaman tercinta kita. Biar dunia tahu, bahwa Provinsi Lampung pantas dikunjungi, pantas diinvestasikan dan pantas jadi destinasi impian,” lanjutnya.
Ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat dan pemuda untuk bersinergi membangun pariwisata Lampung menjadi lebih menyala, lebih terang dan bersinar di kancah nasional maupun global.
Ajang tahunan yang telah diselenggarakan sejak tahun 1989 ini menjadi wadah untuk menjaring generasi muda terbaik Lampung guna menjadi duta pariwisata yang berdedikasi.
Muli Mekhanai 2025
wakil Gubernur Lampung
Jihan Nurlela
pemilihan muli Mekhanai
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
