Mengenal Lebih Dekat BRIDA Lampung Barat, Otak Inovasi dan Penggerak Pembangunan Berbasis Riset
Arya Besari
Lampung Barat
“Kita ingin data yang dirilis nanti benar-benar valid dan dapat dijadikan acuan kebijakan,” jelasnya.
Melalui riset IKM, BRIDA berharap mampu memberikan masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan publik.
“Kalau ada sektor yang kurang, bisa segera diperbaiki. Kalau sudah baik, tentu harus dipertahankan,” ujar Nowo.
Selain fokus pada riset sosial, BRIDA juga mengembangkan Kebun Raya Liwa sebagai pusat riset botani, edukasi, dan destinasi wisata unggulan daerah.
“Saya ingin Kebun Raya Liwa menjadi miniatur konservasi sekaligus tempat pendidikan dan wisata. Ini sejalan dengan visi Lambar sebagai kabupaten konservasi,” ungkap Nowo.
Ia menegaskan, konsep konservasi yang diterapkan bukan hanya menjaga alam, tetapi juga memastikan sumber daya alam tetap lestari dan tidak rusak akibat aktivitas manusia.
“Konservasi artinya menjaga apa yang kita punya agar tetap berkelanjutan,” kata Nowo.
Tak hanya itu, BRIDA juga berperan dalam mendukung strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi fiskal nasional.
Menurutnya, sumber PAD Lambar yang berasal dari pajak, retribusi, dan usaha daerah masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.
“Potensinya besar, tapi belum tergarap maksimal,” ucapnya.
BRIDA Lampung Barat terus berinovasi
dorong kemajuan daerah lewat riset dan kolaborasi nyata.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
