Menag Nasaruddin Beri Arahan Khusus ASN Kanwil Kemenag Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Menag juga menyoroti karakter Provinsi Lampung sebagai daerah multietnis sekaligus penyangga Ibu Kota Negara. Keberagaman tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam menjaga keharmonisan sosial.
“Lampung adalah kota penyangga Ibu Kota Negara. Karena itu, saya meminta ASN Kemenag Lampung proaktif membaca tanda-tanda kecenderungan konflik,” tegasnya.
Ia mendorong para pimpinan satuan kerja untuk tidak hanya mengandalkan asumsi dalam membaca dinamika sosial, tetapi menggunakan pendekatan berbasis data, survei, dan kajian lapangan. “Gunakan pendekatan survei dan analisis yang kuat. Jangan hanya berpegang pada asumsi,” ujarnya.
Di hadapan ASN, Nasaruddin kembali menegaskan makna motto Ikhlas Beramal. Ikhlas, katanya, berarti melakukan sesuatu dengan tulus tanpa pamrih, sedangkan beramal adalah wujud nyata dari keikhlasan tersebut dalam bentuk pelayanan publik. “ASN Kementerian Agama harus memiliki rata-rata keikhlasan di atas masyarakat umum,” ujarnya.
Ia juga mengajak ASN Lampung untuk memahami dan mengimplementasikan program prioritas Kementerian Agama, terutama ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta.
Menag
Nasaruddin Umar
kanwil kemenag Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
