Jelang Akhir Tahun 2024, Dua Komoditas Pertanian Ini Turun Harga
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Setelah harga komoditas singkong naik, dua hasil unggulan pertanian di Kabupaten Mesuji, tandan buah segar (TBS) sawit dan getah karet malah menurun, Rabu (25/12/2024).
Tandan buah segar penghasil crude palm oil (CPO) itu, turun Rp50/kg, menjadi Rp3110/kg. Padahal pekan lalu harga sempat naik menjadi Rp3.160/kg.
Namun khusus untuk TBS, fluktuasi harga tiap pekan memang hal yang wajar. Karena, secara umum, harga TBS sawit masih cukup baik berada di angka Rp3.000-Rp3.500 ribu/kg.
Menurut Santo (55), agen pengumpul buah sawit di Kecamatan Simpang Pematang, di akhir tahun, sering terjadi perubahan harga yang sangat cepat.
"Misal, hari ini kita di WA kalau harga Rp3.160 per kilogram, tapi tiba-tiba ada harga terbaru dari pabrik turun. Ya, kita ikut aja," katanya.
Namun ia memperkirakan jika harga TBS sawit akan meningkat terus karena kepentingan global dan politik energi dalam negeri.
Dimana Indonesia saat ini untuk pengadaan biodiesel dengan pencampuran sampai 40 persen atau disebut B40, memerlukan CPO dalam jumlah besar.
Sehingga, harga TBS tahun depan atau Tahun 2025 akan semakin tinggi.
Berbeda dengan komoditas unggulan lain yakni getah karet.
Meski dalam enam bulan terakhir, harga semakin baik, namun untuk satu pekan Desember ini, atau tutup tahun harga komoditas ini juga turun menjadi Rp14.960/kg. Dari sebelumnya menyentuh angka tertinggi Rp15.785/kg.
Komoditas pertanian
harga sawit turun
getah karet
kabupaten Mesuji
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
