Ditarget Panen Padi Dua Kali Setahun, Pemerintah Pusat Bantu Bangun 129.280 Meter Irigasi di Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Sementara berdasarkan laporan Pj Gubernur Lampung, Samsudin pada rakor bidang pangan ini disebutkan sejumlah persoalan dalam meningkatkan produksi pertanian.
Untuk produksi padi pada saat ini untuk angka sementara 2024 adalah 2,73 juta Ton, dengan rata-rata indeks pertanaman (IP) 1,87 dan produktivitas 5,2 Ton/Ha.
"Untuk kondisi jaringan Irigasi kewenangan Provinsi Lampung memiliki rata-rata kerusakan sebesar 37% (mulai 30% sampai dengan 70%) dengan luas areal layanan 17.440 Ha," katanya.
Maka Samsudin mengusulkan untuk melakukan pembangunan jaringan irigasi Baru di Kabupaten Lampung Tengah seluas 3.225,52 ha dengan pembiayaan sebesar Rp. 48.496.400.000,-
Kemudian Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kewenangan Provinsi Lampung dengan luas fungsi 17.440 ha untuk 18 Daerah Irigasi dengan nilai Rp. 144.882.500.000,-Kemudian Operasi dan Pemeliharaan 8 Daerah Irigasi kewenangan Pusat senilai Rp. 43.950.748.500,-
untuk pekerjaan pengangkatan sedimentasi. Dan Peningkatan 11 Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi seluas 4.565 ha dengan pembiayaan sebesar Rp.228.250.000.000,- (belum termasuk biaya pembebasan lahan).
"Kami juga melakukan melakukan usulan pada menteri pertanian untuk melakukan peningkatan saluran tersier dan kuarter di 15 Kabupaten/Kota sepanjang 104.050 meter dengan perkiraan pembiayaan Rp 78.037.500.000," tambahnya. (*)
Menko pangan Zulkifli Hasan
rakor bidang pangan
pj Gubernur Lampung
irigasi
pembangunan irigasi di Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
