Bupati Riyanto Sebut Juleha Bukan Sekadar Profesi, Tapi Amanah Spiritual
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, secara resmi membuka Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Berbasis Kompetensi Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sukoharjo, Minggu (3/5/2026).
Dalam berbagai hal, Bupati menegaskan bahwa sertifikasi halal kini bukan lagi sekedar pilihan, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam mendorong penerapan wajib halal di berbagai sektor.
“Pelatihan Juleha berbasis kompetensi ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), dan menjadi bekal penting agar semakin profesional serta memiliki pengakuan secara nasional,” ujar Riyanto.
Ia juga berharap pelatihan yang diselenggarakan oleh DPD Juleha Pringsewu ini tidak hanya menitikberatkan pada teori fiqih semata, tetapi juga mencakup aspek teknis penyembelihan, kesehatan hewan, hingga keamanan pangan.
“Juleha bukan sekedar profesi, melainkan amanah spiritual untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” tegasnya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan jajaran pemerintah daerah, pengurus DPD Juleha Pringsewu, serta PMI Pringsewu yang sekaligus menggelar bakti sosial donor darah di lokasi acara.
Pada hari yang sama, Bupati Pringsewu bersama Ketua TP-PKK dan sejumlah kepala perangkat daerah juga mengikuti kegiatan gotong royong (korve) di Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. (*)
Pringsewu
juru sembelih
dapat pelatihan
berbasis kompetensi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
