Waduh! Kalah Bersaing dengan Pedagang Online, Diskoperindag Pringseswu Catat Ratusan Kios di Pasar Induk Tutup
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Pringsewu, mencatat setidaknya ada 125 kios di Pasar Induk Pringsewu tutup karena para pedagang mengalami kerugian akibat sepinya pembeli.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskoperindag Pringseswu Sulistiyo Ningsih. membenarkan keputusan pedagang menutup kios akibat sepinya pembeli dan terjadi penurunan omzet yang cukup signifikan.
Rata-rata para pedagang yang menutup kios adalah pedagang pakaian (Fashion), sedangkan pedagang yang masih bertahan, mereka harus mengikuti perkembangan jaman dengan berjualan secara online.
Menurut Sulistiyo Ningsih banyaknya pedagang yang tutup sangat berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari ritribusi pasar.
"Bagaimana kita mau menarik ristribusi kalau pedagang merugi dan memilih tutup akibat sepinya pembeli,"ujar Sulistiyo Ningsih. Rabu (31/7/2024).
Terkait ramainya penjualan secara online yang berdampak pada pedagang pasar induk Pringsewu, Sulistyo Ningsih pernah berdiskusi untuk mendengar keluhan mereka.
"Sampai ada yang menangis karena jualannya sepi,” imbuhnya.
Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya Diskoperindag sudah melakukan berbagai cara untuk memberikan pelatihan terhadap para pedagang dan UMKM mengikuti perkembangan zaman.
Seperti pelatihan ekomerst pemasaran digital melalui whatsapp, Instagram, Facebook dan tik-tok guna meningkatkan omzet penjualan.
Selain itu juga, untuk menarik minat para pembeli, para pedagang minta Pasar Induk agar ditata kembali seperti lokasi parkir, pedagang buah di depan pasar dipindahkan hingga renovasi.
Pringsewu
ratusan kios tutup
pasar induk
kalah bersaing
Diskoperindag
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
