Terjangkit COVID-19 karena Tertular dari WNA, Indonesia Kebobolan?

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

2 Maret 2020 21:30 WIB
Nasional | Rilis ID
Sejumlah orang menggunakan masker di bandara sebagai antisipasi penularan virus corona. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Sejumlah orang menggunakan masker di bandara sebagai antisipasi penularan virus corona. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Anggota Komisi IX DPR RI Darul Sika, menanggapi kabar dua warga Depok, Jawa Barat yang tertular virus corona dari WN Jepang asal Malaysia.

Dia lantas menyoroti penjagaan yang dilakukan oleh petugas di pintu masuk Indonesia baik melalui bandara ataupun pelabuhan. Menurutnya, pengawasan kesehatan terlalu longgar sehingga terjadi kebobolan keamanan terkait wabah virus corona atau COVID-19.

Darul menilai ini merupakan pelajaran sekaligus pukulan pahit bagi Indonesia. Kasus penyebaran virus ini, kata dia, sekaligus menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah untuk memperkuat keamanan di pintu masuk Indonesia baik di Bandara ataupun Pelabuhan.

"Saya lihat keamanan pintu masuk ke Indonesia ini longgar jadi akhirnya kebobolan dan ini harus menjadi perhatian untuk pemerintah mengatasi virus corona terutama di setiap pintu masuk ke Indonesia," ujar Darul kepada Wartawan di Jakarta, Senin (2/3/2020).

Menurut politisi Partai Golkar ini,  pemeriksaan di pintu masuk Indonesia jangan hanya terfokus kepada sample atau pemeriksaan acak saja. Tetapi harus terfokus kepada semua orang yang masuk ke Tanah Air. Apalagi, Indonesia masih membuka pintu bagi wisatawan. 

"Kedepannya pemeriksaan dilakukan jangan sample tertentu saja, kalau perlu harus satu persatu yang masuk ke Indonesia pemeriksaannya harus ketat terutama orang asing," katanya.

Darul pun mengimbau kepada semua WNI untuk harus lebih berhati-hati ketika berkomunikasi dengan orang asing.

"WNI yang berada diluar harus lebih teliti lagi terhadap orang asing, seperlunya dulu saja kalau berkomuniikasi dengan orang asing," tegasnya.

Selain itu, Darul juga mengingatkan agar tindakan pencegahan virus corona dilakukan di semua provinsi, bukan hanya daerah tertentu saja.

"Semua provinsi harus melakukan tindakan pencegahan virus corona, jangan hanya terfokus di satu titik saja harus semua," pungkasnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya