Terhalang Longsor, Bantuan Gorontalo untuk Palu Masih Tertahan
Ning Triasih
Gorontalo
RILISID, Gorontalo — Sejumlah bantuan tenaga personil dan logistik untuk korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah yang dikerahkan dari Gorontalo, hingga Sabtu sore, (29/9/2019) belum berhasil lolos.
Pihak yang membawa bantuan harus tertahan di wilayah Toboli, Sulawesi Tengah karena adanya longsor di sejumlah titik ruas jalan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Bayu Artiyoso Mandiri menjelaskan, 12 personil SAR yang berangkat pada Jumat (28/9) pukul 19.45 dari Gorontalo belum berhasil sampai Palu pada Sabtu (29/9) pukul 17.30 WITA.
"Jalur Toboli atau di kawasan Kebun Kopi putus, sehingga seluruh personil yang kami kirim memilih jalur Toboli-Poso untuk mencapai Palu," ujarnya dikutip dari ANTARA.
Jalur Gorontalo ke Toboli biasanya ditempuh dalam waktu 8 hingga 10 jam, sedangkan jalur Toboli ke Palu ditempuh dalam dua jam bila menggunakan mobil.
Sementara waktu tempuh Toboli-Poso sekitar 4 jam, sehingga diprediksi relawan dan bantuan tersebut baru akan mencapai Palu paling cepat pada Sabtu malam, itu pun jika jalur transportasi lancar.
Selain putusnya akses transportasi melalui Kebun Kopi, kendala lain yang dihadapi pengendara adalah Bahan Bakar Minyak (BBM).
Salah seorang warga, Rosyid Azhar, yang sedang dalam perjalanan menuju Palu mengungkapkan, terjadi antrian panjang di SPBU setelah melintasi Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato.
"Perjalanan kami terhambat dengan mengisi BBM ini, sampai sekarang belum tiba di Palu," imbuhnya.
Karena itu, bagi siapa saja yang ingin mencapai Palu, Rosyid menyarankan untuk membawa cadangan BBM dari Kota Gorontalo. Ini sebagai antisipasi kesulitan BBM selama perjalanan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
