Sudah 8 Kasus DBD, Diskes Lambar cuma Siapkan SE
lampung@rilis.id
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Dinas Kesehatan Lampung Barat (Diskes Lambar) nampaknya tidak dapat berbuat banyak untuk mengantisipasi kasus demam berdarah denque (DBD) di kabupaten tersebut.
Buktinya, baru memasuki awal Januari, sudah ada delapan kasus DBD di Lambar. Sementara Diskes memprediksi kasus DBD akan meningkat pada tahun ini.
"Tahun ini merupakan siklus lima tahunan, makanya penderita DBD diprediksi meningkat. Hingga hari ini, sudah terdapat 8 kasus DBD yang kita terima," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Lambar Ira Permata Sari, Senin (13/1/2020).
Pada tahun lalu, lanjut Ira, pihaknya mencatat ada 95 kasus DBD hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.
"Jadi memang ada satu orang yang meninggal, karena DBD di tahun 2019. Tapi ada pemberatannya, yakni pneumonia atau infeksi saluran pernapasan, jadi pasien tidak hanya terkena DBD karena kasus kematian yang disebabkan DBD biasanya terjadi jika terlambat ditangani," jelasnya.
Disinggung mengenai upaya satuan kerjanya, Ira mengaku sudah membuatkan surat edaran (SE) terkait antisipasi DBD yang ditujukan kepada puskesmas dan kecamatan.
"Suratnya sudah kita buat, Jumat pekan ini akan kita distribusikan. Isi suratnya yakni mengarahkan masyarakat untuk melakukan kegiatan pemeriksaan jentik di lingkungan rumah masing-masing, melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dan lainnya, termasuk imbauan agar segera melapor jika menemukan kasus DBD," ujarnya.
SE tersebut, masih kata Ira, diharapkan untuk diteruskan hingga ke tingkat pekon maupun sekolah. Karena menurutnya, curah hujan cukup tinggi, sehingga masyarakat harus selektif.
“Kita juga menggalakkan gerakan satu rumah satu jumantik, karena memang segala sesuatunya berawal dari rumah," pungkasnya. (*)
Penulis: Kontributor Lampung Barat, Ari Gunawa
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
