Sidak Gudang Kemendari, DPR Temukan 840 Ribu e-KTP
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Komisi II DPR RI melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Penyimpanan Aset Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri (BPSDM Kemendagri) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/5/2018). Sidak dilakukan pascatercecernya 6.000 Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
Di lokasi, kata Anggota Komisi II DPR RI, Sutriyono, terdapat 300 kotak dan tiap kota tersimpan 2.800 lembar e-KTP. "Jumlahnya 840 ribu e-KTP," ujarnya kepada rilis.id di Jakarta, beberapa saat lalu.
Saat tiba ke gudang, lanjutnya, pekerja tengah menggunting KTP yang baru dicetak. Lalu diikat per 50 lembar. "Persoalannya, kenapa e-KTP itu digunting, dipotong, dan sebagainya?" tanya dia.
Berdasarkan kunjungan itu, disimpulkan gudang menjadi lokasi pengiriman e-KTP. Namun, banyak pekerja di sana tak tahu lebih dalam, karena hanya menerima.
"Kita menemukan fakta-fakta, bahwa ada e-KTP sedang dikerjakan. Mereka tidak bisa menjawab, karena hanya pekerja," jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Sedangkan proses verifikasi, dilakukan di tempat berbeda. "Nanti kita akan cek dengan Kemendagri dalam rapat," janji Sutriyono.
Dia pun meminta Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, untuk mengklarifikasi adanya e-KTP tersebut. "Kalau tidak, akan menimbulkan distrust kepada pemerintah dan proses pilkada," tegasnya.
Anggota dewan sempat dilarang masuk oleh penjaga saat melakukan sidak. Tapi, akhirnya diperbolehkan dan melihat kondisi di dalam gudang.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
