Ribuan Anak Lampung Barat Menderita Stunting karena Gizi Buruk
Anton Suryadi
Lampung Barat
Untuk verifikasi data akan dilakukan petugas puskesmas yang mempunyai jaringan seperti pustu dan posyandu serta bidan desa.
"Kita memang ada kendala keterbatasan tenaga gizi. Di Lambar hanya ada 4 tenaga gizi dari 15 puskesmas, miris sih. Solusi dari keterbatasan itu, yakni dengan memberdayakan bidan-bidan yang ada atau tenaga kesehatan yang bukan khusus tenaga ahli gizi," ujarnya.
Penanggulangan stunting juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP).
"Kami berharap setiap pekon menyisihkan sebagian anggaran untuk menanggulangi stunting," kata Kepala DPMP Lambar Yudha Setiawan.
Sementara anggota Komisi III DPRD Lambar Noviadi menambahkan temuan kasus stunting mengindikasikan bahwa petugas kesehatan telah bekerja.
"Justru kalau tidak ditemukan ada kasus stunting jadi pertanyaan, jangan-jangan petugas kesehatan tidak bekerja," ujar politisi PKS ini.
Menurut Noviadi, tingginya kasus stunting adalah hal yang positif. Karena semakin banyak kasus yang ditemukan, maka semakin banyak juga kasus yang akan dituntaskan oleh petugas.
”Sehingga ke depan kabupaten kita benar-benar terlepas dari stunting. Kami selaku wakil rakyat mendukung sepenuhnya setiap program Pemkab Lambar melalui dinas terkait untuk menuntaskan kasus ini di daerah kita," pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
