Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lambar Pakai Sistem Online
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tahun ini menggunakan sistem online.
"Tahun ini akan menggunakan aplikasi online dengan menggunakan Kartu Petani Berjaya (KPB),” kata Kepala Seksi Alat Mesin, Pupuk dan Pestisida Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lambar Falent Herindo, Selasa (14/1/2020).
Menurutnya, penyaluran pupuk berbasis aplikasi sudah diuji coba di beberapa daerah, seperti Pringsewu dan Pesawaran.
Lebih lanjut, Falent menyatakan alokasi pupuk bersubsidi tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Berdasarkan surat keputusan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung bernomor 821.1/30/V.21.2/2020 tanggal 3 Januari 2020, alokasi pupuk bersubsidi untuk Lambar sebanyak 29.443 ton.
Urea sebanyak 11.000 ton, SP-36 mencapai 2.068 ton, ZA 6.500 ton, NPK 6.365 ton dan organik 3.500 ton.
Mengenai kriteria yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, Falent memastikan bahwa petani sudah terdaftar di kelompok dan kelompoknya sudah menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
"Nanti setiap petani cukup menggunakan aplikasi android Kartu Petani Berjaya, data yang akan diterima sudah tertera di dalamnya," ujarnya.
Dari data rekapitulasi input e-RDKK, jumlah petani yang sudah direkap per Oktober 2019 sebanyak 8.311 jiwa. Total lahan seluas 35.010,75 hektare.
Jumlah penerima terbanyak di Kecamatan Suoh 1.181 jiwa, Bandar Negeri Suoh (1.150), Gedung Surian (1.140), Air Hitam (1.106) dan Pagar Dewa (1.019).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
