Pembangunan Jalan ke Observatorium Dikebut, Akhir Tahun Kelar
lampung@rilis.id
RILISID, — Pembangunan akses jalan menuju Observatoriun Astronomi ltera Lampung (OAIL) di Taman Hutan Rakyat Wan Abdul Rachman, Kemiling, Bandarlampung, dikebut. Targetnya selesai akhir tahun ini.
Kepastian itu datang setelah DPRD Lampung mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pemprov Lampung, Jumat (28/9/2018).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Budhi Darmawan, menjelaskan pembangunan jalan menuju teropong bintang alias observatoriun dilakukan hingga kilometer (KM) 11.
”Saat ini sudah sampai KM 7. Dengan sahnya APBD-P 2018, pembangunan dilanjutkan hingga KM 11," ujar dia saat dihubungi rilislampung, Minggu (30/9/2018).
Budhi menjelaskan pada 2017 Pemprov Lampung telah menganggarkan Rp20 miliar untuk membuka akses jalan seluas 30 meter dengan panjang 7 km.
Tahun 2018 anggaran ditambah Rp22 miliar untuk pembangunan akses jalan dan jembatan menuju KM 7. Dana itu ditambah sisa anggaran APBD-P sebesar Rp3 miliar untuk jalan sepanjang 4 km. Total dana untuk jalan Rp42 miliar.
”Apalagi akan ada penyelenggaraan International Conference South East Asia Astronomy Network (SEAAN) atau Konferensi Internasional Jaringan Astronomi Asia Tenggara X di Provinsi Lampung,” paparnya.
Sementara, pembangunan gedung belum bisa dilakukan sebelum jalan selesai. Rencananya, Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Lampung membangun lima unit gedung dengan APBD sebesar Rp20 miliar.
”Sehingga total keseluruhan anggaran untuk jalan dan gedung Rp65 miliar," ungkapnya.
Terpisah, Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, membenarkan pada 19-20 Oktober 2018 mendatang diadakan konferensi internasional SEAAN di Provinsi Lampung.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
