Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi Lamsel Minus 1,73 Persen
lampung@rilis.id
Lampung Selatan
Melalui forum Musrenbang RKPD ini, Pemprov Lampung berharap Lamsel dapat memetakan strategi dan langkah prioritas yang tepat.
Sehingga, terus dia, dapat memberikan daya ungkit yang kuat serta mampu menjadi penopang utama sekaligus pendorong laju pembangunan di Provinsi Lampung.
Pada kesempatan itu, Fahrizal Darminto juga menyampaikan sejumlah indikator pencapaian pembangunan di Provinsi Lampung dan Lamsel sampai 2020.
Pertama, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 mengalami kontraksi 1,67 persen. Capaian ini lebih baik dari nasional yang terkontraksi lebih dalam 2,07 persen.
Kedua, kontribusi PDRB di wilayah Sumatera, Provinsi Lampung berkontribusi terbesar ke-4 yaitu sebesar 10,52 persen. Sementara, Lamsel berkontribusi 12,38 persen terhadap pencapaian PDRB Provinsi Lampung atau pada peringkat ke-3.
Ketiga, berdasarkan data pertumbuhan ekonomi dan PDRB 2020, Lamsel menempati peringkat 11 di Provinsi Lampung (sebesar -1,73 persen). Hal ini disebabkan karena Lamsel mengandalkan sektor industri pengolahan yang relatif terpengaruh dampak pandemi.
Fahrizal berharap perencanaan pembangunan di Lamsel disertai dengan kebijakan yang komprehensif untuk penguatan hilirisasi sumber daya alam sebagai nilai tambah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
