Musrenbang, Pemkab Lampura Dituntut Atasi Angka Kemiskinan

Isti Febri Wantika

Isti Febri Wantika

Lampung Utara

23 Maret 2021 22:34 WIB
Daerah | Rilis ID
Kegiatan Musrenbang RKPD Lampura. FOTO: DISKOMINFO LAMPURA
Rilis ID
Kegiatan Musrenbang RKPD Lampura. FOTO: DISKOMINFO LAMPURA

RILISID, Lampung Utara — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Edi Yanto memberikan sejumlah catatan kritis dalam Musrenbang Pemkab Lampung Utara, Selasa (23/3/2021).

Pertama, musyarawah perencanaan pembangunan (Musrenbang) terkesan hanya menjadi kegiatan rutin tahunan.

Padahal, musrenbang ini sebuah mekanisme menyusun program pembangunan secara berjenjang, dimulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

”Saya tekankan setiap tahun harus ada yang menjadi prioritas pembangunan. Musrenbang ini langkah awal untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai,” tandasnya.

Kedua, menurut Edi, Lampura merupakan kabupaten tua yang sudah banyak melahirkan daerah otonomi baru.

Dulunya kabupaten ini merupakan daerah perkebunan dan pertanian. Namun potensi ini belum digali maksimal sehingga perlu ditopang kembali.

Untuk itulah, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang ingin menjadikan Lampung penghasil terbesar lada hitam, ingin Lampura menjadi salah satu fokus pembangunan. 

Ketiga, angka kemiskinan juga harus menjadi perhatian. Data statistik mencatat ada 19,3 persen penduduk miskin di Lampura pada 2020.

Nah ini harus kita kecilkan angkanya. Kemudian angka harapan hidup juga harus semakin baik dari sekarang yang mencapai 67,67 persen,” ingat Edi.

Edi juga berharap berbagai program pembangunan di tahun 2022 bisa memperbaiki data statistik. Kemudian juga pemulihan Pandemi Covid-19 menjadi fokus perhatian pemerintah daerah.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya