Musim Virus Corona, Ketua DPD Justru Imbau Masyarakat Jaga Kerukunan Beragama

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

4 Maret 2020 21:30 WIB
Nasional | Rilis ID
Ketua DPD La Nyalla Mattalitti. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Ketua DPD La Nyalla Mattalitti. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga kerukunan antar umat beragama seiring merebaknya virus corona yang telah menjangkit di Tanah Air. 

Alasannya, agar Indonesia bisa melewati masalah dengan aman dan selamat. Pasalnya, ditengah kepanikan warga terhadap virus global tersebut, masih ada saja kasus penyerangan terhadap tempat ibadah yang menambah kekhawatiran masyarakat.

Belum lagi, lesunya perekonomian dunia yang berdampak pada ekonomi nasional. Sehingga, ia berharap seluruh warga masyarakat Indonesia dapat menjaga kekompakan, kerukunan, dan solidaritas agar dapat melewati semua masalah tersebut. 

"Virus corona yang kini merebak di lebih dari 50 negara termasuk Indonesia dimana ada dua orang warga yang masih dalam pemantauan khusus itu telah menambah beban pikiran penyelenggara negara. Karena itu jangan ada lagi masalah lainnya dimasyarakat yang dapat semakin memperkeruh keadaan," imbau La Nyalla, Rabu (4/3/2020).

Senator Jawa Timur ini mengaku prihatin dengan tersendatnya kegiatan renovasi Gereja Katolik Santo Joseph Tanjung Balai, Karimun. Dimana meskipun pembangunannya sudah mendapat semua izin persyaratan Pemda setempat, ternyata masih juga dihentikan oleh oknum-oknum yang bermain politik dengan menggiring masyarakat untuk berdemo dan menuntut agar semua izin dimaksud dicabut. 

Menurutnya, negara harus hadir dengan jalan memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi semua warganya.  Terlepas dari latar belakang suku, agama, dan budaya. Sebab kata La Nyalla, UUD 1945 menjamin kebebasan setiap warga negara untuk beribadah menurut keyakinannya masing-masing. 

“Negara tak boleh tunduk pada tekanan massa yang secara tak adil memaksakan kehendak dan tak mengindahkan hukum. Sebab Indonesia adalah negara hukum dimana setiap warganya sama kedudukannya di depan hukum,” tegas mantan Ketua PSSI ini. 

La Nyalla juga menyoroti kasus perusakan mushola di Perum Agape Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada 26 Januari 2020 lalu oleh oknum kalangan masyarakat. Dia menegaskan, kasus penyerangan terhadap tempat ibadah agama manapun tidak dibenarkan dan patut dikecam oleh semua warga bangsa yang mencintai tegaknya NKRI, Pancasila, dan UUD 1945. 

“Tindakan-tindakan tak beradab semacam itu tak boleh terulang lagi. Oleh sebab itu maka aparat Pemda, aparat Kepolisian, serta Forum Komunikasi Antar Umat Beragama perlu meningkatkan kewaspadaan untuk memonitor semua gejolak serta potensi gangguan keamanan di semua daerah di Indonesia,” jelasnya. 

La Nyalla menambahkan bahwa semua perbedaan dalam masyarakat, baik itu perbedaan etnis maupun agama adalah kehendak dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kata dia,  haruslah disikapi sebagai sumber kekuatan dan kekayaan budaya bangsa, bukan dengan alasan untuk memecah-belah bangsa ini. Sebab Indonesia membutuhkan keamanan dan kekompakan untuk menyongsong masa depan. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya