Lupakan Tegineneng dan Bandarjaya, Ini Rute Alternatifnya!

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

28 Mei 2018 22:24 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Kepala Dinas PUPR Provinsi Lampung, Budhi Darmawan. FOTO RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata 
Rilis ID
Kepala Dinas PUPR Provinsi Lampung, Budhi Darmawan. FOTO RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata 

RILISID, Bandarlampung — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, memberikan rute alternatif selain jalan tol Trans Sumatera (JTTS).

Pemudik bisa menggunakan rute alternatif untuk menghindari kemacetan di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Tegineneng, Pesawaran dan Bandarjaya, Lampung Tengah.

Jalan alternatif tersebut di ruas Kalianda - Kunyir – Gayam; Gayam – Ketapang; Sidomulyo - Belimbing Sari; Korpri – Sukadamai; dan Korpri - Purwotani.

Berikutnya ruas Jalan Belimbing Sari – Jabung; Jabung - Labuhan Maringgai; Metro - Tanjung Kari; Nyampir - Tanjung Kari; Tanjung Kari- Pugung Raharjo; Pugung Raharjo - Jabung; Sukadamai - Kibang, dan Kota Gajah - Gedong Dalem.

Lalu, Metro - Kota Gajah; Kota Gajah – Randu; Randu - Seputih Surabaya; Seputih Surabaya – Sadewa; Bandarjaya – Mandala; Gunung Sugih - Kota Gajah; Kalirejo – Bangunrejo; Bangunrejo – Wates; Wates – Metro; Gunung Sugih - Padang Ratu; Padang Ratu - Pekurun Udik; dan Padang Ratu – Kalirejo.

Khusus Kabupaten Lampung Tengah, rute alternatif pertama, arah Terbanggi Besar - Gunung Sugih yang dialihkan pada Jalan Dua Dusun 4 - Jalan Tendean - Jalan Ahmad Dahlan (samping Hotel Bunda).

”Lalu rute alternatif kedua, Gunungsugih - Bandarjaya pada Jalan Agus Salim - Jalan Manggis - Jalan Pingled (depan BRI Bandarjaya),” paparnya usai hearing di Ruang Komisi IV DPRD Lampung, Senin (28/5/2018).

Rute alternatif ketiga arah Humas Jaya-Terbanggi Besar melalui simpang empat Bilabong - Terminal Betan Subing - Simpang Tiga Pintu Masuk Terminal Betan Subing.

Solusi jalan alternatif tersebut dikarenakan saat ini masih terdapat pengecoran di ruas jalan Bandarjaya. Akibatnya, Bandarjaya tidak dapat digunakan sebagai jalur mudik. Sebab, pengecoran tahap pertama baru rampung 31 Mei mendatang.

"Saya tidak yakin pengecoran akan selesai, karena harus dicor beberapa kali dan untuk mengecornya butuh waktu. Sedangkan H-10 Lebaran sudah masuk arus mudik dan semua pekerjaan jalan harus diberhentikan di waktu itu," tutur dia. (*) 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya