Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Palu 405 Orang
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ratusan orang dinyatakan meninggal akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Dari data terbaru menyebutkan jumlah korban tewas 405 orang.
"Jumlah korban meninggal yang terdata di sejumlah rumah sakit 405 orang. Korban luka mencapai 150 orang," kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam keterangan pers, Sabtu (29/9/2018).
Kondisi listrik di Palu saat ini mati total dan tidak bisa berfungsi. Sedangkan untuk menggunakan handphone hanya berfungsi di beberapa lokasi.
Selain itu, akses menuju Palu tak bisa digunakan untuk umum.
"Bandara Palu hanya untuk kepentingan penangan bencana," ucapnya.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB.
Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer itu berada pada 27 kilometer Timur Laut Donggala.
BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status Siaga (tinggi potensi tsunami 0,5 meter hingga tiga meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat.
BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami sejak Jumat (28/9) pukul 17.36 WIB.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
