Komisi III Warning Kontraktor Flyover Untung Suropati-RA Rasyid
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kecewa lantaran merasa dibohongi, kontraktor pembangunan flyover Untung Suropati-RA Rasyid diwarning Komisi III DPRD Bandarlampung.
Pasalnya, kontraktor itu dinilai telah berbohong saat rapat dengar pendapat (hearing) dengan komisi III terkait adanya lubang saluran air flyover.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Bandarlampung, Pebriani Piska, saat diwawancarai, Senin (13/1/2020).
Dia menjelaskan, pada saat hearing kontraktor flyover Untung Suropati-RA Rasyid mengaku telah mengantongi lubang perbaikan saluran air (Manhoul).
Namun, berdasarkan pantauan sejumlah anggota Komisi III DPRD Bandarlampung, Jembatan layang penghubung jalan Untung Suropati-RA Rasyid itu belum memiliki manhoul, sedangkan berdasarkan peraturan kontruksi setiap flyover diminta membuat manhoul per-tiga meter disetiap bagian bawah jembatan layang.
"Manhoul itu tujuannya, jikalau ada sumbatan disaluran air flyover, nah manhoul itu kan lubang untuk memperbaiki atau mengambil sampah yang menyumbat saluran itu, kalau ada sampah yang menyumbat saluran, kemudian tidak ada manhoul, gimana mau memperbaikinya," tanya dia.
Khawatirnya, saat ini Kota Tapis Berseri tengah dikepung hujan dengan intensitas sedang dan deras.
"Apalagi kan sekarang lagi musim hujan, nah gimana kalau ada genangan air dibawah flyover itu karena sampah menyumbat dan saluran air kurang maksimal," kata dia.
Kendati begitu, politisi besutan Susilo Bambang Yudhoyoyono itu meminta agar kontraktor membuat manhoul.
"Saya minta supaya manhoul segera dibuat, sebab kalau tidak ditangani secara serius, pengendara pastinya akan mengeluh kalau ada genangan air yang tinggi dibawah flyover," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
