Kenapa Akses Laman Pendaftaran CPNS Lelet? Ternyata Ini Masalahnya
Zulhamdi Yahmin
Semarang
RILISID, Semarang — Sejumlah masyarakat mengeluhkan lambatnya akses internet ke laman pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui sscn.bkn.go.id. Menurut pakar keamanan siber, Doktor Pratama Persadha, ada banyak faktor lambatnya akses ke laman tersebut.
Salah satunya, kata Pratama, karena akses basis data (database) Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri lambat. Hal ini merujuk pada keterangan pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pratama mengatakan, koneksi internet ke laman BKN walaupun kencang, bila akses ke database tidak dipersiapkan, masyarakat akan sulit mengakses.
Seharusnya, lanjut dia, tidak hanya diperhatikan koneksi untuk front end (web), tetapi juga koneksi ke database di Dukcapil Kemendagri.
Selain itu, ada faktor peladen apakah yang ada benar-benar bisa menampung tingginya aktivitas netizen di sistem BKN.
"Perlu dipertimbangkan penggunaan lebih dari satu server. Bahkan, dapat dipertimbangkan penggunaan banyak server dan dilakukan load balancing (penyeimbang beban) sehingga beban tidak hanya mengarah ke satu server," kata Pratama di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (30/9/2018).
Apalagi, lanjut Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC) itu, pendaftaran CPNS beberapa tahun terakhir ini menggunakan sistem onlina.
Ditambah lagi, adanya kewajiban para peserta harus sudah terdaftar secara daring di Dukcapil, atau dengan kata lain peserta sudah melakukan perekaman data KTP elektronik.
Dalam pendaftaran di laman BKN, ungkap Pratama, ada verifikasi data langsung ke laman Dukcapil. Pemrosesan ke database penduduk ini yang ditengarai lambat dan menyebabkan pendaftaran CPNS menjadi terkendala.
"Upaya pemerintah menjadikan database kependudukan sebagai rujukan data banyak aktivitas, harus diimbangi dengan akses internet yang memadai sehingga tidak lagi terulang seperti pendaftaran CPNS pada tahun ini," ujarnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
