Karolin Minta Masyarakat Tak Bicara Bom di Depan Umum
Sukma Alam
Pontianak
RILISID, Pontianak — Polres Pontianak, menetapkan FN, penumpang maskapai Lion Air, sebagai tersangka kasus candaan bom yang berdampak menimbulkan kekacauan.
Menanggapi hal itu, calon gubernur Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa, meminta masyarakat tak asal bicara di depan umum.
"Saya berpesan tiga hal ini kepada masyarakat Kalbar, yang pertama, seluruh masyarakat Kalbar agar selalu berhati-hati dengan ujarannya, karena, kalau asal ngomong, apa lagi terkait hal yang sensitif, jelas bisa menimbulkan dampak besar bagi orang banyak," kata Karolin di Pontianak, Rabu (30/5/2018).
Kedua katanya, masyarakat Kalbar diminta untuk selalu berhati-hati menulis status di media sosial. Terlebih saat ini, media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, sehingga, apa yang ditulis, jika itu berbau negatif, jelas akan berdampak langsung bagi penulis itu sendiri, maupun orang sekitarnya.
"Dan yang ketiga, jangan menjadi bagian dari penyebar hoaks, karena ketika kita menjadikan hoaks sebagai bahan bercanda artinya kita tidak memiliki empati terhadap sesama," katanya.
Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu, terjadi isu bom dalam pesawat di Bandara Supadio Pontianak, dimana hal itu mengakibatkan kerugian besar bagi pihak maskapai dan banyaknya korban panik dan luka akibat becandaan soal bom.
"Terlepas itu bercanda atau apa salah dengar dari penumpang lainnya, saya mengharapkan masyarakat Kalbar agar tidak bercanda berlebihan. Jika ada orang yang bercanda tentang bom, dimana pun itu, kemungkinannya dua, yang pertama sengaja atau memang ada masalah dengan orangnya," kata Karolin.
Jadi, lanjutnya, jangan bercanda-bercanda soal bom, karena menurutnya itu bukan hal yang sepele. "Apa lagi jika sudah di dalam pesawat dan ketika pintu sudah ditutup, bukan perkara mudah untuk membuka kembali pintu pesawat tersebut," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
