KTP Tercecer, PKS Minta Kemendagri Evaluasi SOP
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Politisi PKS, Mardani Ali Sera menilai, tercecernya KTP elektronik (e-KTP) di Bogor pada Sabtu, 26 Mei lalu, merupakan hal aneh. Apalagi, data masyarakat tersebut tercatat merupakan warga dari Sumatera Selatan.
Menurutnya, wajar apabila masyarakat mencurigai ada motif politik jelang Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019. Ia pun meminta, pemerintah mengakui masalah ini sebagai bentuk keteledoran.
"Di saat masyarakat banyak kesulitan dapat e-KTP, tiba-tiba ada banyak e-KTP berserakan di jalan raya di Bogor," ujar Mardani di Jakarta, Senin (28/5/2018).
Wakil Ketua Komisi II DPR RI pun mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera melakukan audit terhadap SOP pengiriman e-KTP.
Hasil audit tersebut, kata dia, harus diungkap ke publik. Apakah memang terdapat unsur sabotase atau tidak, sesuai pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.
"Jika tidak ada keseriusan menyelesaikan temuan masalah e-KTP ini, jangan salahkan masyarakat akan menilai Kemendagri gagal menangangi bukti tercecernya blanko," tukas Mardani.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
