KPK Pastikan Tindaklanjuti soal Uang Rp5 Miliar Diantar ke Kantor PDIP

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

12 September 2018 13:59 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menindaklanjuti fakta persidangan terkait transaksi dugaan uang suap Rp5 miliar oleh Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra di kantor DPP PDI Perjuangan. Hal itu lantaran adanya kejanggalan mengingat Adriatma bukanlah kader partai PDIP.

"Yang disebut-sebut nanti dipelajari dulu apa betul seperti itu perlu, pembuktian yang detail," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Dalam persidangan sebelumnya di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta tanggal 5 September 2018, terungkap fakta bahwa Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara Hasmun Hamzah mengakui menyuap Walikota Kendari Adriatma Dwi Putra dan ayahnya yang merupakan eks Walikota Kendari, Asrun serta pensiunan pegawai negeri sipil di Kota Kendari, Fatmawaty Faqih. 

Dalam persidangan, Hasmun menyampaikan uang suap diduga diberikan untuk pencalonan Asrun sebagai calon gubernur Sulawesi Tenggara. Menurut Hasmun, ada uang yang diserahkannya kepada partai pengusung Asrun. Salah satunya, diberikan kepada PDI Perjuangan.

"Pernah saya menyerahkan uang di Kantor Pusat PDI-P. Saya bawa dollar senilai Rp 5 miliar dalam bentuk dollar AS," kata Hasmun.

Menurut Hasmun, ia bersama Fatmawaty menuju Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat dengan membawa bungkusan berisi uang Rp5 miliar dalam bentuk U$D.

Hasmun mengatakan, penyerahan uang itu atas perintah Fatmawaty yang merupakan orang dekat Asrun. ‎Setelah tiba di Kantor DPP PDIP, Hasmun ditemui seorang laki-laki kemudian diajak masuk ke dalam Kantor DPP PDIP.  Lalu di dalam, Hasmun diajak ke lantai 2 dan ditemui oleh seorang perempuan yang tak dikenalnya.

"Pintunya semua pakai kartu akses. Di dalam sudah ada perempuan yang menunggu. Fisiknya saya tahu, tapi enggak tahu namanya. Saya serahkan bungkusan itu," kata Hasmun.‎

Menurut Hasmun, kepada perempuan itu ia mengenalkan diri sebagai orang dari Kendari.‎ Setelah bungkusan berisi uang diserahkan, perempuan tersebut membawa uang itu untuk disimpan di ruangan sebelah yang terlihat ada brankas. 

‎Setelah itu, Hasmun kembali ke mobil dan bertemu dengan Fatmawaty yang sudah menunggunya di mobil. Lalu,  Fatmawaty sempat menanyakan penyerahan uang itu.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya