Jika Bandarlampung Zona Hijau, Eva Perbolehkan Sekolah Tatap Muka

Dora Afrohah

Dora Afrohah

Bandarlampung

17 Maret 2021 07:50 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana melakukan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah di Gedung Parkir Basement Lantai 4 Kantor Pemkot setempat, Selasa (16/3/2021). FOTO: Dora
Rilis ID
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana melakukan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah di Gedung Parkir Basement Lantai 4 Kantor Pemkot setempat, Selasa (16/3/2021). FOTO: Dora

RILISID, Bandarlampung — Sudah hampir setahun sekolah di Bandarlampung memberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Hal ini disebabkan masih tingginya kasus virus corona.

Belakangan, kasus positif Covid-19 di kota ini mulai melandai. Bahkan pada Selasa (16/3/2021), kasus baru hanya bertambah 12 orang. Totalnya kini 4.896 orang.

Melihat tren penurunan tersebut, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menargetkan sekolah tatap muka dilaksanakan pada tahun ajaran baru atau tepatnya Juli 2021 mendatang.

"Kita targetkan (sekolah tatap muka) bisa dilaksanakan tahun ajaran baru, tapi tetap melihat perkembangan apakah Bandarlampung masuk zona hijau," ujar Eva kepada awak media, Selasa (16/3/2021).

Untuk mencapai zona hijau, Eva bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Bandarlampung telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya membentuk kampung tangguh di beberapa kelurahan.

"Semoga dengan kampung tangguh, kita bisa mewujudkan Bandarlampung masuk zona hijau," ucap Eva.

Karenanya, politikus PDI Perjuangan ini berharap agar kepala TK, SD, SMP Negeri se-Bandarlampung tetap bersabar menantikan sekolah tatap muka. Eva pun berjanji akan memberi penghargaan kepada guru yang memasuki masa pensiun.

"Bukan apa yang mereka kerjakan diberi reward, tapi setidaknya Bunda kan baru jadi wali kota jadi ingin memberikan semangat kepada mereka," ungkapnya.

Selain itu juga Eva berencana membangun semua sekolah dengan bangunan dua lantai. Hal ini ia lakukan untuk mengantisipasi bencana banjir.

"Insyaallah. Karena seperti yang saya lihat di dekat rumah dinas itu ada SD yang kalau banjir airnya masuk karena dekat tempat penggalian batu, itu letaknya di bawahnya. Itu yang akan kita lihat dan ikut pembangunan," tandasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya