Idap Penyakit, Seorang Jamaah Tarekat Meninggal Ikuti Suluk
Anonymous
Rejang Lebong
RILISID, Rejang Lebong — Seorang jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang sedang mengikuti "suluk" atau zikir bersama yang dijadwalkan selama sepuluh hari sepuluh malam dalam bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini meninggal dunia.
Wakil Ketua Umum Tarekat Naqsabandiyah Rejang Lebong, M Eddy Rusman mengatakan, dari 486 peserta suluk gelombang pertama terdapat satu orang yang meninggal dunia pada Senin (28/5) siang sekitar pukul 12.25 WIB atas nama Katinem (53).
"Peserta yang meninggal dunia ini sudah diantar oleh petugas ke daerah asal di Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumsel, pada Senin tanggal 28 Mei kemarin," katanya ketika ditemui di perguruan Tarekat Naqsabandiyah di Desa Suka Datang, Kecamatan Curup Utara, Selasa (29/5/2018).
Selain adanya korban meninggal dunia yang mengikuti kegiatan zikir selama 10 hari 10 malam dalam setiap bulan Ramadhan ini , lima orang lainnya dikembalikan ke daerah asalnya karena sakit, dan ada juga yang meminta dipulangkan karena tidak sanggup mengikutinya.
"Berdasarkan hasil diagnosa dari petugas medis RSUD Curup diketahui korban meninggal dunia karena mengidap penyakit gula darah dan hipertensi," ujarnya.
Katinem, kata dia, awalnya masih sehat, cuma mengeluh sesak napas dan kemudian berobat di klinik yang ada di peguruan Tarekat Naqsabandiyah, namun kemudian dirujuk ke RSUD Curup dan setengah jam dirawat meninggal dunia.
Sementara itu untuk lima orang lainnya yang dipulangkan oleh panitia suluk diduga menderita sakit atau tidak sanggup mengikuti kegiatan tersebut. Keduanya bernama Sri Indah warga asal Way Kanan, Provinsi Lampung; Dedi Irawan warga Kota Lubuklinggau, Sumsel; Dermawan, asal Pakuan Agung Lampung Utara, Lampung; Salman HS dari Pakuan Agung, Lampung Utara dan Juliyono asal Batu Winangun Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumsel.
Selain lima orang yang dipulangkan, tambahnya, juga terdapat dua orang yang dirawat di RSUD Curup sejak Selasa (29/5) atas nama Umar Farruk (30) asal Way Kanan Lampung, dan Sumarno (56) yang berasal dari Belitang, OKU Timur, Sumsel.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
