IPW Pertanyakan Polri yang Belum Tuntaskan Kasus Mako Brimob

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

29 Mei 2018 11:45 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Indonesia Police Watch (IPW) mempertanyakan kelanjutan kasus kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang hingga kini belum juga dituntaskan kepolisian. Menurut Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, kerusuhan yang menewaskan lima anggota Polri itu adalah kasus serius yang harus dipertanggungjawabkan.

"Sudah 20 hari kasus kerusuhan di Rutan Brimob berlalu tapi hingga kini Polri belum juga mengumumkan dan mencopot, siapa pejabat kepolisian yang harus bertanggung jawab," kata Neta melalui siaran persnya kepada rilis.id, Selasa (29/5/2018).

Neta menduga, kepolisian memang sengaja ingin melupakan kasus kerusuhan yang dilakukan para narapidana kasus terorisme itu begitu saja tanpa ada yang bertanggung jawab dan dicopot. Padahal, ujarnya, kasus kerusuhan itu terjadi akibat kecerobohan yang luar biasa dari aparatur institusi kepolisian.

"160 tahanan teroris ditempatkan di rutan yang tidak layak hingga Kapolri mengaku kaget Rutan Brimob menjadi begitu over kapasitas. Kapolri sendiri pernah beberapa kali mengatakan, jika ada pejabat kepolisian yang tidak becus menjalan tugasnya, seperti Kapolres atau Kapolda kecolongan di wilayah tugasnya, akan segera dicopot dari jabatannya," ujarnya.

Neta menegaskan, pihaknya menuntut Polri segera mencopot para pejabat kepolisian yang bertanggung jawab dalam kasus ini, baik di Rutan Brimob maupun kejadian bom bunuh diri di Surabaya setelah kasus itu. Menurutnya, kecerobohan aparatur di Rutan Brimob maupun kelengahan jajaran kepolisian di Surabaya Jatim harus dipertanggungjawabkan.

"Jika tidak ada tindakan tegas, para pejabat kepolisian yang bertanggung jawab, tidak akan pernah punya tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah diamanahkan dan mereka akan berubah menjadi raja-raja kecil yang tak tersentuh," tegasnya.

Selain itu, imbuh Neta, Polri juga harus segera mengumumkan siapa saja pelaku pembantaian sadis terhadap lima polisi di Rutan Brimob. Dirinya meminta kepada Polri untuk tidak lagi melakukan kebohongan publik yang sangat memalukan seperti yang terjadi saat kasus kerusuhan di Rutan Mako Brimob tersebut.

"Dalam kasus kerusuhan di Rutan Brimob, Polri berkali kali mengatakan tidak ada polisi yang tewas. Tapi sore harinya Polri kemudian mengakui bahwa ada lima polisi yang tewas. Bagaimana pun sudah tidak zamannya lagi Polri menutup-nutupi kenyataan yang ada," tandasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya