Gegara Nunggu Sidang Isbat, Malam Takbiran Sempat Terasa 'Landai Maksimal'

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

14 Juni 2018 20:50 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi takbir keliling di sejumlah daerah. FOTO: Kaba21.
Rilis ID
Ilustrasi takbir keliling di sejumlah daerah. FOTO: Kaba21.

Di Indonesia, umumnya sidang Isbat berlangsung untuk menentukan Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. Pemerintah sudah sejak 1950 memakai sistem ini untuk menentukan tanggal-tanggal penting tersebut.

Kemudian mulai tahun 1972, Badan Hisab Rukyat (BHR) terbentuk di bawah Kementerian Agama. Para ulama dan ahli astronomi, bertugas di sana. Mereka lah yang memberikan informasi ke Menteri Agama tentang awal bulan.

Saat itu, memang ada dua kelompok besar, yaitu yang menggunakan metode Hisab (perhitungan) astronomi dan metode Rukyah (mengamati) langsung posisi bulan.

Direktur Eksekutif Center for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Muhammad Najib, seperti dikutip Republika.co.id menjelaskan bahwa sidang Isbat ini bisa juga dianggap sebagai kearifan lokal.

Tapi, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya pemanfaatan teknologi satelit untuk mengamati posisi bulan terhadap bumi tanpa terhalang cuaca, metode Hisab dan Rukyah murni harusnya, tak lagi relevan.

Karena rukyah posisi bulan dapat dilakukan kapan saja. Apalagi, kini dikembangkan berbagai program yang berbasis komputer dengan perangkat lunak, jadi masyarakat awam pun bisa ikut mengamatinya.

Menurut Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, yang dimuat Harian Republika pada 7 Mei lalu, masuknya Ramadhan dan Idul Fitri akan sama sampai 2021.

Artinya, tidak ada perbedaan disebabkan posisi bulan yang menyebabkan kriteria dua kelompok besar di atas terpenuhi. Jika demikian adanya, apakah sidang isbat masih diperlukan? 

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya