Forhati Kembali Gelar Buka Puasa Bersama Duafa

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

30 Mei 2018 00:14 WIB
Daerah | Rilis ID
Koordinator Presidium Nasional Forhati Hanifah Husein. FOTO: Forhati
Rilis ID
Koordinator Presidium Nasional Forhati Hanifah Husein. FOTO: Forhati

RILISID, Jakarta — Presidium Nasional Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) terus mengajak umat Islam membantu kaum duafa (kurang mampu) pada Ramadan 1439 Hijriah ini. Bantuan dari para donatur, sekecil apa pun sangat dibutuhkan mereka sebagai bentuk kepeduliaan terhadap keberadaannya. 

“Momen Ramadan ini menjadi sangat berarti bagi kita semua untuk peduli kepada saudara-saudara kita yang masih jauh dari cukup," kata Koordinator Presidium Nasional Forhati Hanifah Husein dalam siaran persnya yang diterima rilis.id, Selasa (29/5/2018).  

Buka puasa bersama duafa digelar di lima wilayah Jakarta. Seelumya sudah dilaksanakan di wilayah Jakarta Barat, Senin 21 Mei 2018 bertempat di Masjid An' Nur Ainiyyah, Jl. Peta Selatan No.1 RT 1 RW 3 Kalideres, Jakarta Barat. 

Juga sebelumya di Jakarta Selatan, Jumat 25 Mei 2018 bertempat di Masjid At-Taubah, Jl. Rawajati Timur 2, Pancoran, Jakarta Selatan. 

Di Jakarta Utara diselenggarakan Senin 28 Mei 2018 bertempat di Masjid Kramat Luar Batang, Jl. Luar Batang V no. 12 RT 6 RW 3, Penjaringan Jakarta Utara. 

Sementara untuk wilayah Jakarta Pusat akan diselenggarakan pada Kamis 31 Mei 2018 bertempat di Yayasan Fatahillah Sentiong, Jl. Kramat Pulo RT 10 RW 9 Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Siraman rohani direncanakan akan diisi oleh Penasihat Majelis Nasional KAHMI dan juga dilengkapi ceramah tentang Ketahanan Keluarga dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Terakhir untuk wilayah Jakarta Timur akan diselenggarakan pada Senin 4 Juni 2018, bertempat di Masjid Jami' Shodri Asshiddiq, Penggilingan  Cakung, Jakarta Timur. Siraman rohani direncanakan akan diisi oleh Bahlil Lahadalia (Ketua Umum BPP HIPMI) dan juga dilengkapi ceramah tentang Ketahanan Keluarga dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

"Bakti sosial Forhati tahun ini disamping berkomitmen pada kesejahteraan kaum duafa juga pada masalah ketahanan keluarga. Masalah ini menjadi keprihatinan Forhati karena inti pembentukan generasi yang tangguh berada pada ketahanan keluarga," ujar Hanifah.

Konsep ketahanan keluarga, menurut Hanifah, adalah kondisi keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta memiliki kemampuan fisik materiil guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin. Ini meliputi ketahanan fisik (ekonomi, kesehatan, perumahan), ketahanan sosial (pendidikan, budaya), dan ketahanan psikososial (agama).

"Keluarga saat ini dihadapkan pada masalah seperti disorientasi fungsi keluarga, pengalihan pengasuhan anak kepada fihak lain, hambatan interaksi dan komunikasi, serta kegagalan memenuhi hak-hak anak," ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya