Firman Soebagyo: Cari Mentan seperti Amran Susah
Anonymous
Jakarta
Dia juga menyinggung Program Berantas Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja). Di mana, tiap rumah tangga miskin (RTM) mendapatkan 50 ekor per ayam. Selain itu, pemberian benih hortikultura dan perkebunan gratis.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Thohir, juga memberikan dukungan serupa. Pertimbangannya, kebijakan Menteri Amran mengena dan memanjakan petani. "Baru kali ini juga pemerintah memberikan subsidi asuransi pertanian. Walau itu baru satu juta hektare, tapi itu sangat membantu petani," tambahnya.
Bagi-bagi dryer, menurut dia, juga membantu petani. Pasalnya, petani selama ini tak mampu menyimpan lama gabahnya, karena takut rusak lantaran terkendala musim.
"Dulu petani terpaksa harus jual?? cepat, karena takut rusak, karena tidak bisa dikeringkan," ucapnya. "Adanya dryer ini, bisa ditahan dan menunggu waktu yang baik bagi petani lepas gabahnya," imbuh Winarno.
Pada masa Menteri Amran, katanya, impor pangan juga terkendali. Sehingga, petani bergairah menanam. Begitu pula dengan generasi muda. "Lihat saja di Kalimantan. Itu masyarakat ramai-ramai ubah lahan tambang jadi ladang jagung," tuntasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
