Duh! Indonesia Kekurangan Dokter, Ini Kata Jokowi
Anonymous
Ciracas
RILISID, Ciracas — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa Indonesia masih kekurangan tenaga dokter, terutama untuk ditugaskan di daerah-daerah pelosok.
"Kita masih kurang dokter terutama untuk di daerah-daerah, sangat kurang sekali," kata Jokowi di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Ciracas, kemarin.
Karena itu, ia menyambut baik berbagai pihak, termasuk PP Muhammadiyah yang berencana membuka Fakultas Kedokteran di sejumlah perguruan tingginya.
"Jadi kalau Muhammadiyah mendirikan fakultas kedokteran itu memang sebuah kebutuhan," katanya.
Semisal, rencana PP Muhammadiyah membuka fakultas kedokteran dua perguruan tingginya yakni di Uvinersitas Prof Dr HAMKA maupun di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
"Saya senang sudah dapat kabar fakultas kedokteran di Uhamka dan Ahmad Dahlan sudah selesai. Ya, karena kita masih kurang dokter," kata Presiden.
Rektor Universitas Prof DR HAMKA (Uhamka), Suyatno, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan izin untuk membuka fakultas kedokteran di kedua kampus tersebut.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan meluncurkan Gedung Fakultas Kedokteran Uhamka dan Kompleks Rumah Sakit Islam Uhamka di area seluas 5 hektare.
"Kampus kedokteran ini akan dibangun dalam 8 bulan, sehingga tahun ajaran baru diharapkan bisa dipersiapkan sekaligus membangun rumah sakit 8 lantai," katanya.
Rumah sakit didisain khusus dengan peralatan modern yang mendukung digitalisasi dan diperkirakan menelan biaya Rp800 miliar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
