Dirut PLN Akui Ada Pertemuan dengan Tersangka Suap PLTU Riau-1
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir mengakui pernah melakukan pertemuan dengan para tersangka kasus suap PLTU Riau 1 seperti Eni Maulani Saragih dan CEO Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo di sebuah hotel.
Namun, Sofyan Basir menganggap pertemuan itu biasa saja.
"Oh iya (pernah bertemu), kan kebetulan Pak Kotjo pengusaha," katanya usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/9/2018) kemarin.
Sofyan Basir juga mengaku pernah bertemu dengan Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN, Nicke Widyawati yang saat ini menjabat sebagai Dirut Pertamina.
Pertemuan dengan Nicke tersebut, katanya, hanya membicarakan teknis dalam bidang pekerjaannya.
"Oh, enggak itu kalau pembicaraan itu hanya pembicaraan teknis. Enggak ada yang serius," ungkap Sofyan Basir.
Menurut Sofyan, beberapa pertemuan-pertemuan itu bukan untuk membahas proyek PLTU Riau 1 secara khusus.
Tapi, ia juga enggan menjelaskan secara detail isi pertemuan-pertemuan dengan para pihak lain di kasus ini.
"Enggak ada. Misalkan ada (membicarakan) tingkat suku bunga, iya.Ttapi yang lain sudah disampaikan pada KPK. Jadi nanti sudah saya sampaikan ke KPK," tegasnya.
Sebelumnya Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengaku pernah bertemu dengan Sofyan Basir, untuk kepentingan proyek PLTU Riau-1.
Selain bertemu Sofyan, politikus Partai Golkar itu juga mengaku bertemu dengan mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN, Nicke Widyawati dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan Santoso.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
