Defisit Anggaran Dana Bosda, Siswa SMA di Lambar Dipungut Iuran
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Dampak dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang mengalami defisit anggaran, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), melakukan pemungutan iuran dari siswanya.
Seperti di SMAN 1 Liwa dan SMAN 2 Liwa per siswanya ditarik iuran Rp 130 ribu per bulan, dari jumlah siswa di sekolah itu ada 950 siswa, sedangkan untuk SMAN 2 Liwa per siswanya ditarik iuran sebesar Rp 125 ribu per bulannya dari jumlah total siswa di sekolah tersebut sebanyak 552 siswa.
Agustiansah wakil kepala sekolah SMA Negeri 1 Liwa Bidang Humas mengatakan, alasan mengapa pihaknya mengadakan pemungutan karena anggaran dana bosda mengalami defisit di provinsi sehingga semua tidak bisa direalisasikan.
"Sedangkan kebutuhan untuk menutupi gaji honor dan tunjangan penambahan beban kerja berkisar Rp 80 juta lebih per bulan dan itu semua diluar biaya listrik, air, dan internet," ungkap Agus, Kamis (5/3/2020).
"Kita ada tiga rujukan untuk melaksanakannya, namun kita lebih mengacu pada rujukan atau acuan permendikbud no 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan," sambungnya.
Menurut Agus, pihaknya melakukan pemungutan iuran tersebut terhitung sejak juli sampai desember tahun lalu, dikarenakan bosda hanya cair 50 persen saja, sedangkan untuk tahun ini belum ada kejelasan yang pasti dari provinsi.
"Walaupun ada kesepakatan pemungutan iuran untuk biaya pengembangan pendidikan, dan meskipun bosda cair hanya 15 persen saja, maka nantinya kita akan mendata siswa, untuk mencari siswa yang layak diberikan subsidi khususnya siswa yang kurang mampu,” kata dia.
Agus mengakui semenjak kewenangan SMA dialihkan ke provinsi, sekolah setempat tidak pernah mendapatkan bantuan meubeler.
"Meubeler di sekolah ini sudah banyak yang tua, selain itu ada dua kelas yang menggunakan kursi plastik, rencana kekurangan meubeler itu akan kita tutupi dari iuran siswa, selain itu, setiap tahunnya sekitar 10 hingga 20 kursi mengalami kerusakan dan itu juga perlu diganti," imbuhnya.
Sementara itu, Waka Sarana dan Prasarana SMAN 2 Liwa Benson membenarkan bahwa pihaknya terpaksa melakukan pemungutan iuran terhadap siswa sebesar Rp125 ribu per bulan, dengan permasalahan yang sama.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
