DBD di Pringsewu Tembus 483 Kasus, Tiga Meninggal Dunia
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Dinas Kesehatan (Diskes) Pringsewu mencatat penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 483 kasus.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantas Penyakit (P2P) Diskes Pringsewu, Hadi, mengatakan kasus DBD ini berdasarkan data real time dari Januari hingga 13 Mei 2024.
“Dari ratusan kasus DBD inj telah memakan tiga korban jiwa. Di Puskesmas Rejosari satu meninggal dan Wates dua orang,” ujar Hadi, Selasa (4/6/2024).
Kasus DBD di Pringsewu mengalami peningkatan pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 155 kasus.
Rinciannya, Puskesmas Fajar Mulya sebanyak 12 kasus, Banyumas 23, Bumiratu 22, Pagelaran 35, Ambarawa 22, Pardasuka 5, dan Pringsewu 25.
Kemudian, Rejosari 11, Adiluwih 15, Bandungbaru 39, Sukoharjo 54, Gadingrejo 175, Wates 46, dan terendah Pardasuka 5 kasus.
Menurutnya, kasus DBD paling banyak diderita perempuan sebanyak 54 persen dan laki-laki 45 persen dari golongan umur anak-anak hingga dewasa .
Penyebab peningkatan DBD disebabkan efek dari perubahan iklim akibat adanya El Nino, yang mengakibatkan di musim pancaroba masih terjadi hujan.
Selain itu, banyaknya masyarakat yang abai dengan tempat-tempat perindukan jentik nyamuk DBD di lingkungan rumah masing-masing.
"Atau, tempat umum seperti sekolah, pasar, dan tempat ibadah," bebernya.
Pringsewu
kasus DBD
2024 meningkat
dinas kesehatan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
