Buya Syakur Yasin: Tugas Santri Jaga Pancasila dan NKRI

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Indramayu

29 Mei 2018 05:33 WIB
Nasional | Rilis ID
Buya KH Syakur Yasin MA saat memberikan Tausiah Kebangsaan di hadapan 350-an santri Pondok Pesantren Cadangpinggan, Indramayu, Senin (28/5) malam. FOTO: komunikonten
Rilis ID
Buya KH Syakur Yasin MA saat memberikan Tausiah Kebangsaan di hadapan 350-an santri Pondok Pesantren Cadangpinggan, Indramayu, Senin (28/5) malam. FOTO: komunikonten

RILISID, Indramayu — Institut Media Sosial dan Diplomasi KOMUNIKONTEN, dan RILIS.ID mengadakan Tausiah Kebangsaan dengan tema "Santri Melawan Hoax dan Penyalahgunaan Isu SARA untuk Keutuhan NKRI" yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Cadangpinggan, Sukagumiwang, Indramayu, Jawa Barat, Senin (28/5) dari pukul 21.00-22.30 WIB.

KH Syakur Yasin MA, pengasuh Ponpes Cadangpinggan, menjadi pembicara tunggal di hadapann sekira 350-an santri dan warga sekitar yang hadir.

Dalam ceramahnya, Buya Syakur Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan, perbedaan di dunia ini, baik beda bahasa, suku, agama, bangsa, budaya, warna kulit dan lain-lain menunjukan kebesaran Allah SWT, maka siapa yang tidak bisa menerima perbedaan dengan ikhlas berarti menolak kebesaran Allah SWT.

"Dari perbedaan tersebut, para pendiri bangsa Indonesia berpikir keras dan berhasil merumuskan Pancasila. Ideologi itu seperti tanaman, yang cocok di tanah Indonesia adalah Pancasila bukan yang lain. Bangsa Indonesia sudah punya Pancasila yang relevan hingga kapanpun. Kita tidak boleh mengkhianati kesepakatan para pendiri bangsa berupa Pancasila ini. Tugas santri menjaga Pancasila dan NKRI hingga akhir zaman," ujar Buya Syakur Yasin.

Mengenai masih maraknya hoax, fitnah, ujaran kebencian dan penyalahgunaan isu SARA,Buya Syakur Yasin menyampaikan kisah seorang manusia yang ditempatkan di neraka bersama para pembunuh. Manusia itu kemudian protes mengapa dirinya ditempatkan bersama para pembunuh, sedangkan ia tidak pernah membunuh satu nyawapun selama di dunia. Malaikat menjawab, engkau memang tidak pernah membunuh, namun akibat dari perkataanmu, akibat dari fitnah yang engkau sebarkan banyak orang saling bunuh-membunuh.

"SARA jika disalahgunakan untuk kepentingan politik dapat menyebabkan konflik dan perang yang panjang. Perang yang terjadi di beberapa negara salah satunya disebabkan maraknya berita bohong dan penghinaan terhadap SARA," papar Buya Syakur Yasin.

Menurut Buya Syakur Yasin, Islam datang dengan tauhid, dan tauhid tersebut membuat manusia setara, dan kesetaraan itu adalah syarat utama persatuan. Karenanya, kita harus memandang semua manusia sama, tanpa membeda-bedakan latar belakangnya.

Direktur Eksekutif KOMUNIKONTEN Hariqo Wibawa Satria di sela acara menjelaskan, masyarakat Indonesia ber-NKRI bukan hanya untuk 100 tahun saja, tapi untuk selamanya. Ibarat bangunan, jika masyarakat ingin bangunan NKRI ini kokoh hingga kiamat tiba, maka salah satu caranya adalah dengan membangun fondasi persatuan yang kokoh.

"Apa yang kami lakukan ini meskipun kecil, merupakan bagian dari gotong-royong untuk memperkokoh fondasi persatuan tersebut. Meskipun bangsa Indonesia mempunyai kekeluargaan dan modal sosial yang kuat, namun jika terus-menerus dihantam hoax dan penyalahgunaan isu SARA, maka akan rapuh juga. Karenanya, kampanye dan pendidikan media harus terus dilakukan demi kemajuan dan keutuhan NKRI,” ujar Hariqo.

Hariqo menambahkan, kegiatan juga bertujuan agar konflik-konflik yang terjadi di beberapa negara tidak terjadi di Indonesia. Menurut Hariqo, berbagai upaya melawan hoax, kampanye hitam, penyalahgunaan SARA bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Karena semua negara memiliki kepentingan nasional yang sama, yaitu ingin keutuhan negaranya terjaga, ingin warganya rukun, ingin negaranya maju.
 
"Perang proxy di Timur Tengah salah satunya disebabkan antisipasi terhadap kabar-kabar bohong yang beredar di masyarakat. Logika sederhananya, negara kuat pasti sulit dipecah-belah, sedangkan negara lemah mudah diadu domba antar-warganya," tambah Hariqo yang juga alumnus Pascasarjana Universitas Paramadina Jurusan Diplomasi Internasional ini.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya