Antisipasi Bencana Banjir, DPRD Pesawaran Minta Pemkab Jangan Anggap Sepele
Darmansyah Kiki
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Antisipasi bencana banjir dan tanah longsor di sungai Way Ratai. Anggota DPRD Pesawaran Omroni meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran segera mengambil langkah serius.
Karena menurutnya, aliran sungai Way Ratai yang meliputi Kecamatan Hanura dan Kecamatan Way Ratai, jika datang musim penghujan membuat masyarakat merasa was-was.
Pasalnya, beberapa tahun ini jika datang musing penghujan maka sungai Way Ratai akan meluap dan merendam beberapa desa di wilayah tersebut. Bahkan pada 2019 lalu, terjadi banjir bandang yang menelan korban jiwa.
"Nah, hal itu saya perlu sampaikan. Lantaran masyarakat di tiga kecamatan yang merupakan daerah pemilihan (dapil) 3 itu apabila musim hujan akan terjadi banjir. Terutama daerah sepanjang aliran Sungai Way Ratai, Kecamatan Way Ratai sampai ke Kecamatan Padang Cermin," ujar pria yang berasal dari kecamatan Padang Cermin, Selasa (14/1/2020).
Lebih lanjut pria yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Pesawaran dari Dapil 3 meliputi Kecamatan Padang Cermin,Teluk Pandan,Way Ratai tersebut menerangkan, penanganan bencana banjir sebenarnya sudah sejak lama diajukan pada saat digelarnya musrenbang kecamatan.
“Masyarakat meminta normalisasi dan perbaikan tanggul yang sudah jebol,” katanya.
Ditambahkannya, pada awal bulan Maret 2019 itu dilaksanakan musrenbang tingkat kecamatan dan kebetulan saat itu yang hadir Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona.
“Itu sudah saya sampaikan di depan forum. Segera lakukan tindakan dari sekarang. Titik pertama yang harus segera disentuh adalah di Desa Padang Cermin, dusun Tanjung Mas, Rawa Subur dan Rawa Tunggal karena di tiga titik itu lebih dulu banjir dari pada yang lain," katanya.
Anggaran untuk normalisasi sungai di tahun 2020, lanjut politisi PAN ini mencapai Rp5 miliar. Oleh karena itu dia ingin pemerintah dapat memprioritaskan terkait penanggulangan bencana.
“Saat ini cuaca sudah memasuki musim penghujan, apalagi kita sudah melewati kemarau panjang. Jadi tunggu apalagi, kalau sudah mulai masuk musim penghujan seperti ini semua bencana sudah menunggu semua. Jadi percuma kita sudah bangun jalan, bangun jembatan namun akhirnya tersapu banjir," tuturnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
