Anies Diminta Tak Banyak Membantah, Fokus Kerja Atasi Banjir Saja
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
Tom lantas mencontohkan kebijakan yang dilakukan era Gubernur Sutiyoso (Bang Yos). Menurutnya, normalisasi era Bang Yos di Kanal Timur itu jelas berhasil.
"Sekali lagi, di era Anies ini apa yang sudah dilakukan?. Belum lagi kalau bicara soal pembahasan APBD 2018 dan APBD 2019 untuk program pengendalian dan pengantisipasian banjir itu sangat kurang," paparnya.
"Dia kan hanya sibuk membantah sana-sini. Dulu dia bilang air hujan mau dimasukkan ke tanah. Sekarang mana, apa yang sudah dilakukan program itu?," beber Tom berseloroh.
"Jadi, betul persoalan banjir ini sengaja dipelihara hanya untuk tujuan-tujuan politik dia (Anies)," ungkap Tom.
Terakhir, Tom meminta DPRD DKI lebih meningkatkan lagi pengawasannya terhadap Pemprov DKI, agar memastikan memberi pelayanan yang baik terhadap korban terdampak banjir.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, mengatakan, retorika yang coba dilakukan Anies tak lebih hanya untuk menutupi kelemahan dirinya.
"Itu lah cara menutupi ketidakmampuannya mengatasi banjir," cetus Gembong.
Dihubungi terpisah, peneliti dari Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman, mengatakan, Anies menikmati perdebatan politik terkait banjir Jakarta, terutama dengan Presiden Jokowi.
"Sangat menikmati. Citranya sebagai gubernur yang berani membantah presiden jadi jualan politik yang sangat seksi," ujar Taufik.
Taufik menilai, perdebatan yang ada ini kontraproduktif. Banjir, menurutnya, tidak bisa diselesaikan dengan perspektif politik, tapi diatasi dengan kesigapan pemerintah.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
