Ali Mochtar Ngabalin: Jangan Gunakan Agama untuk Kafirkan Orang
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Tenaga Ahli Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, menegaskan Indonesia merupakan negara berideologi Pancasila. Karena itu, ia menolak paham radikalisme dan terorisme masuk ke Indonesia.
"Menggunakan agama sebagai sosok yang bersih untuk mengkafirkan orang dan membuat orang lain menjadi rata," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/5/2018) kemarin.
Paham tersebut, kata dia, mengatasnamakan agama tertentu dapat memecah belah bangsa.
"Jadi jangan menggunakan agama sebagai sosok yang bersih, kemudian mengkafirkan orang lain," katanya.
Kendati demikian, ia meminta masyarakat agar waspada dengan paham tersebut. "Radikalisem dan terorisme ingin merusak negeri ini dengan caci maki, fitnah dan adu domba," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
