Akses ke Palu Tak Tertutup Sepenuhnya, Menhub Bilang Bisa Lewat Provinsi Ini...

Elvi R

Elvi R

Jakarta

30 September 2018 09:28 WIB
Nasional | Rilis ID
Menteri Perhungan Budi Karya Sumadi. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani
Rilis ID
Menteri Perhungan Budi Karya Sumadi. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILISID, Jakarta — Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi mengatakan, akses masuk ke Kota Palu tidak sepenuhnya terisolasi karena masih ada jalur alternatif yakni jalan provinsi yang bisa dilalui.

"Kalau ada yang mengatakan di Palu terisolir tidak semuanya, karena masih ada jalan masuk," kata Budi seperti dilansir dari ANTARA, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/92018).

Budi menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya dari tim yang ada di Palu, rata-rata jalan milik negara memang banyak yang mengalami kerusakan kena longsoran. Terputusnya akses jalan tersebut dikarenakan adanya longsor dari gunung.

"Dari Makassar bisa, jalan darat juga bisa lewat jalur alternatif, jalan provinsi masih bisa dilalui tetapi hanya bisa mobil kecil," katanya.

Menurutnya, untuk bisa memasuki Palu bisa dilalui dari Sulawesi Barat, Mamuju, dan dari Poso. "Artinya tidak terisolir sekali, jalan provinsi masih bisa dilalui, artinya ke Palu masih bisa masuk," katanya.

Satu-satunya akses masuk menuju Palu yang lancar adalah melalui jalur laut. Tetapi saat ini gempa juga telah merusak dermaga yang ada, termasuk dermaga penyeberangan, dan kapal juga rusak di bagian ram.

Ia mengatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah menginstruksikan seluruh dirjen untuk menyiapkan mobilisasi setiap saat di Palu, baik itu personel maupun peralatan.

Prioritas utama Menteri Perhubungan adalah memperbaiki landasan bandara. Tim dibentuk untuk segera melakukan dukungan perbaikan di semua lini baik itu darat, laut dan udara.

"Tim akan melakukan langkah-langkah percepatan untuk membuka kembali beberapa jalan yang longsor dan sebagainya," kata Budi.

Gempa berkekuatan 7,4 skala richter (SR) telah mengguncang Palu dan Donggola hingga memicu terjadinya Tsunami pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, sebanyak 384 orang, dan jumlah korban terluka 540 orang.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya