Air Berkah Waisak Ini dari Temanggung
Anonymous
Temanggung
RILISID, Temanggung — Sebanyak 12.000 botol air berkah Waisak 2562 BE/2018 diambil dari Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Menurut Wakil Ketua Pengambilan air berkah Waisak, Martinus Nata, pada hari Senin umat Buddha dari sejumlah majelis melakukan pemberkahan air suci Waisak di Umbul Jumprit, Temanggung.
"Sebelum upacara pemberkahan kami telah melakukan pembersihan dan pemeliharaan area Umbul Jumprit pada tanggal 15 hingga 18 Mei 2018. Kemudian dilanjutkan pengisian air berkah sebanyak 12.000 botol pada tanggal 25 Mei," katanya, di Temanggung, Senin (28/5/2018).
Dalam upacara pemberkahan air suci Waisak tersebut, masing-masing majelis melakukan puja bakti di sebuah altar di kawasan Umbul Jumprit.
Kemudian, perwakilan biksu mengambil air berkah dengan menggunakan kendi.
Air berkah tersebut kemudian akan disemayamkan di Candi Mendut dan Borobudur yang digunakan untuk menyambut detik-detik Waisak 2562 BE/2018.
Biksuni dari Majelis Maju Bumi Maitri, Kusala mengatakan, air suci ini maknanya untuk membersihkan jiwa manusia.
"Kadang-kadang manusia itu diliputi jiwa kotor dengan rasa benci, keserakahan, sombong, terlalu ego pada diri sendiri, serakah akan kedudukan dan serakah akan kekayaan. Jadi, dengan pengambilan air suci ini agar manusia itu bisa sadar akan jiwanya, lalu pelan-pelan untuk koreksi diri," katanya.
Harapan dari pengambilan air suci ini untuk seluruh manusia di dunia agar sadar, bahwa jiwa ini bagaikan jiwa Sang Buddha dengan penuh cinta kasih tanpa memandang aliran dan agama.
"Jadi, harus mempunyai cinta kasih terhadap sesamanya. Harus saling membantu, jangan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Khususnya terhadap Indonesia, semoga bisa hidup rukun, bisa sadar akan kebodohan kita," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
