Bertahun-tahun Tak Diperbaiki, Warga Jati Agung Protes dengan Gogoh Lele di Jalan Rusak
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Kesabaran warga Pekon Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, akhirnya tak terbendung lagi melihat jalan yang bertahun-tahun lamanya tidak kunjung diperbaiki.
Di jalan kabupaten yang rusak parah tersebut, warga menggelar aksi protes unik dengan cara gogoh lele di tengah jalan yang mirip kubangan kerbau, Minggu (8/2/2026).
Warga sekitar mengaku saat hujan turun jalan dipenuhi lumpur, sementara di musim kemarau debunya beterbangan dan mengganggu aktivitas.
Kepala Pekon Jati Agung Paryono menegaskan, kegiatan gogoh lele ini murni aspirasi dari warganya dan bukan aksi yang ditunggangi kepentingan tertentu.
“Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten agar lebih memperhatikan kondisi jalan ini,” ujar Paryono.
Menurutnya, jalan yang rusak kurang lebih sembilan tahun belum pernah dilakukan perbaikan, padahal jalan tersebut merupakan urat nadi mobilitas masyarakat.
Jalan ini digunakan warga untuk mengangkut hasil panen padi, anak-anak pergi ke sekolah, akses ke kantor kecamatan hingga menuju RSUD.
Kondisi jalan yang rusak sering menyebabkan warga, termasuk anak sekolah, terjatuh saat melintas.
“Harapan saya jalan di Pekon Jati Agung segera diperbaiki agar tidak ada lagi warga, terutama anak sekolah, yang terjatuh akibat jalan rusak,” tambahnya.
Paryono juga menggambarkan dampak langsung yang dirasakan warga setiap hari.
Pringsewu
jalan rusak
warga protes
gogoh lele
Pekon Jati Agung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
