612 Bayi di Pringsewu Alami Stunting Selama 2021, Tersebar di 21 Desa
lampung@rilis.id
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Kabupaten Pringsewu memiliki 21 lokus atau lokasi yang masih terdapat kasus gagal pertumbuhan pada anak atau stunting di tahun 2021. Dari jumlah bayi 3.778 jiwa, ada sebanyak 612 jiwa bayi yang mengalami stunting.
Kondisi itu membuat Pemerintah Kabupaten Pringsewu berpikir keras untuk mengatasinya. Menurut Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pringsewu, Masykur, telah diadakan rapat yang membahas tentang pemanfaatan corporate social responsibility (CSR) untuk program mengatasi persoalan stunting.
“Melalui rapat itu, diharapkan pelaku usaha bisa mensinergikan program nasional atau kabupatennya yang diaplikasikan di dalam program CSR,” kata Masykur dilansir dari Antara, Rabu (17/3/2021).
Program CSR itu, lanjut Masykur bisa diarahkan melalui dua aksi, yaitu aksi intervensi gizi spesifik, dan intervensi gizi sensitif.
“Kita siap mengarahkan program CSR untuk mendukung program penurunan prevelensi stunting yang ada,” jelas Masykur lagi.
Sementara itu, pada tahun 2020, Masyukur mengatakan, jumlah bayi di Pringsewu berjumlah 28.338 jiwa dengan 2.145 anak yang stunting
“Pada dasarnya pelaku usaha di Pringsewu sangat mendukung program nasional atau kabupaten tersebut,” klaim Masykur.
Menurut Masykur lagi, Pringsewu menjadi lokus nasional berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, tentang penetapan perluasan kabupaten atau kota lokus fokus intervensi penurunan stunting terintegritas tahun 2021. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
