Squidward, Anak Muda, dan para Kelas Pekerja
lampung@rilis.id
-
RILISID, - — DALAM keseharian bermedsos, penulis tertegun melihat postingan @pnmediaid.
Isinya mengutip narasi Pikri Alamsyah, sebuah konten bergambar kehidupan Squidward, salah satu tokoh kartun pada serial Spongebob Squarepants.
Judul postingan begitu menggugah empati: “Semakin Hari, Kita Semakin Relate dengan Squidward; Kelas Menengah yang Tertindas & Pemuda yang Terpaksa Kehilangan Mimpi”.
Mengutip salah satu halaman pada postingan tersebut, kondisi yang dihadapi Squidward bukan sekadar fiksi.
Kelas menengah dan pemuda Indonesia mengalami fase keterpurukan serupa: tercekik pajak, upah tidak ideal, biaya pendidikan tinggi, lapangan kerja yang mengikis, serta pemerintahan yang tidak kompeten.
Ketidakberuntungan kelas menengah seperti Squidward adalah kelompok yang rentan miskin, tapi sulit sejahtera.
Di Lampung, penulis membayangkan selain relate, kondisi isu mengenai ketenagakerjaan di Lampung lebih variatif.
Ini mengingat Lampung memiliki keunggulan sektor pertanian sebagai penggerak perekonomian utama. Namun juga hanya memiliki dua kota sebagai wilayah urban --yang konon memiliki daya tampung pekerja di sektor jasa dengan peluang pekerjaan formal menjanjikan stabilitas dan kemapanan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung 2023, total angkatan kerja di Lampung berjumlah 4,9 juta orang.
Sebanyak 4,69 juta orang bekerja. Sisa 207 ribu orang merupakan pengangguran terbuka, yang mungkin nasibnya lebih memprihatinkan ketimbang Squidward.
Squidward
Anak Muda
Kelas Pekerja
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
