Gelar Road Show Dialog Indonesia Damai, Asosiasi Pendeta Indonesia Lampung Gandeng Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Lampung berencana menggelar road show “Indonesia Damai” yang bertujuan membangun kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat, serta mempererat hubungan antarpendeta dan pemerintah daerah.
Kegiatan Dialog Indonesia Damai tersebut akan dilaksanakan pada 12 Agustus 2025 di Sekretariat Asosiasi Pendeta Indonesia Kabupaten Tulang Bawang.
Road show ini akan dimulai dari Kabupaten Tulang Bawang dengan menghadirkan narasumber Ken Setiawan, mantan aktivis Negara Islam Indonesia (NII) yang telah bertobat dan kini mendirikan NII Crisis Center, sebuah lembaga rehabilitasi bagi korban NII.
Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kota Bandar Lampung periode 2024–2029, Pdt. Daniel Futpien, M.A., M.Th., D.Th., mengatakan tujuan dialog ini adalah membangun pemahaman yang lebih baik antarumat beragama, memperkuat toleransi, dan menjaga keharmonisan sosial.
Pdt. Daniel meyakini kehadiran Ken Setiawan, yang dikenal sebagai tokoh nasional pejuang toleransi, dapat memberikan nuansa baru, membuka ruang dialog, dan mempererat tali silaturahmi antarumat beragama.
“Hal ini bisa menjadi pengalaman yang menyejukkan dan memperkaya pemahaman tentang keberagaman,” ujarnya.
Perlu diketahui, Ken Setiawan kini tidak hanya menjadi narasumber di lingkungan internal Islam, tetapi juga diundang dalam forum diskusi lintas agama seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga penghayat kepercayaan.
Umat Kristiani yang hadir dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperoleh perspektif baru tentang Islam dari sudut pandang seorang mantan radikalis yang telah insyaf dan kini aktif menyuarakan toleransi.
“Ini adalah bentuk upaya nyata API Lampung dalam mewujudkan kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat, sekaligus mengajarkan bagaimana menjaga toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Daniel. (*)
NII crisis center
Ken Setiawan
terorisme
radikalisme
ideologi Pancasila
pendeta Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
