Produk China: Dulu Diremehkan, Kini Menguasai Dunia

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

16 April 2025 12:09 WIB
Perspektif | Rilis ID
Tampan Fernando Hasugian, Wartawan Rilis.id
Rilis ID
Tampan Fernando Hasugian, Wartawan Rilis.id

BYD, yang dulunya hanya dikenal sebagai produsen baterai, kini menjadi produsen mobil listrik terbesar di dunia, bahkan menyalip Tesla dalam penjualan global sejak 2023.

Dengan harga yang kompetitif dan teknologi ramah lingkungan, BYD menjadi simbol revolusi mobil listrik dunia.

Keberhasilan produk China tidak hanya karena harganya yang murah, tapi juga karena peningkatan kualitas yang signifikan.

Strategi mereka yaitu menawarkan teknologi canggih dengan harga yang masuk akal. Seperti kasus Tesla vs BYD.

Mobil China BYD dijual dengan harga 'miring' mulai Rp400 jutaan, sementara mobil produksi Elon Musk itu semuanya dibandrol di atas Rp1 miliar. Maka saat konsumen hitung-hitungan harga, tentu produk China hadir sebagai solusi terbaik.

Kesimpulannya, transformasi produk China dari "murahan" menjadi "pilihan utama" adalah bukti bahwa inovasi dan peningkatan kualitas dapat mengubah persepsi dunia.

China telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pemain, melainkan pemimpin. Kini meremehkan produk China sudah tidak relevan.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Apakah dalam waktu dekat kita juga bisa menghadirkan produk-produk elektronik dan otomotif yang mampu bersaing di pasar internasional?

Berkaca dari pengalaman masa lalu, saya sendiri agak pesimis. Dulu ada satu merek yang digadang-gadang bakal memproduksi mobil nasional, yaitu Esemka.

Pabriknya sudah dibangun dan disahkan dari tahun 2019 di daerah Boyolali. Tapi produknya malah ‘ghoib’ dan sekarang sedang digugat di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

HP china

mobil china

industri otomotif

opini

Tampan Fernando

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya